MATA BETMEN

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Kamis, 22 Januari 2026

*Awal Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Masyarakat Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang KA*

 


MATA BETMEN, Padang, (SUMBAR)|- Mengawali tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, khususnya di perlintasan sebidang. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan edukasi keselamatan dan kepedulian sosial sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa pada awal tahun 2026 KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sosialisasi keselamatan di empat titik perlintasan sebidang, yaitu perlintasan Km 11+500 petak jalan Padang–Tabing, perlintasan Km 42+8/9, Km 43+800, serta Km 45+5/6 petak jalan Stasiun Lubuk Alung–Stasiun Kayutanam.


Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan memberikan imbauan kepada pengguna jalan menggunakan pengeras suara, membentangkan spanduk keselamatan, serta membagikan stiker dan suvenir berisi pesan keselamatan. Kegiatan ini bertujuan mengingatkan masyarakat agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang.


Selain edukasi keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para penjaga perlintasan, termasuk penjaga perlintasan sukarela dari masyarakat yang selama ini berperan membantu pengamanan di lokasi perlintasan.


Reza menjelaskan, sepanjang tahun 2025 KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan 128 kali kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, baik di perlintasan sebidang KA maupun di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional. Memasuki tahun 2026, kegiatan sosialisasi perlintasan sebidang dilaksanakan secara rutin setiap minggu di titik perlintasan yang berbeda.


“Kami terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Palang pintu merupakan salah satu alat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu peringatan lainnya seperti rambu berhenti, tengok kanan kiri, papan himbauan hati-hati saat melintasi perlintasan/dahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis ataupun rambu keselamatan lainnya. Namun, semua itu akan jauh lebih efektif jika didukung dengan kedisiplinan dan kepatuhan pengguna jalan,” ujar Reza.


Ia menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. KAI Divre II Sumbar juga menyayangkan insiden temperan di perlintasan sebidang di wilayah kota Cirebon yang mengakibatkan awak kereta api mengalami luka-luka.


“Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang dapat berdampak fatal, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan awak kereta api yang sedang bertugas. KAI mengecam segala bentuk pelanggaran yang mengabaikan aturan keselamatan,” tegasnya.


Reza menambahkan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang muncul akibat meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan dan kepatuhan penuh terhadap rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua serta kewajiban mendahulukan perjalanan kereta api.


Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


“Kunci keselamatan adalah disiplin dan kesadaran. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, tengok kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi jalur kereta api,” tutup Reza.


KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan dan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, BTP, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.


KAI Divre II Sumbar juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan instansi yang mendukung upaya keselamatan perkeretaapian. Apabila menemukan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api, masyarakat dapat melaporkannya melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.


Salam 

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

Senin, 19 Januari 2026

*Peringati Bulan K3 Nasional 2026, KAI Divre II Sumbar Tegaskan Komitmen Budaya Keselamatan*

 


MATA BETMEN, Padang, (SUMBAR)|- Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar apel peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 pada Senin (19/1) di Halaman Kantor Divre II Sumbar.


Apel tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Manajemen Divre II Sumbar, para pekerja, serta perwakilan anak perusahaan di lingkungan KAI.


Dalam amanatnya, Manager Sarana KAI Divre II Sumbar, Nurdin Abusirin. menyampaikan pesan Direktur Utama KAI, Bobby Rasidin yang menekankan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional merupakan momentum penting untuk kembali memperkuat kesadaran bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan KAI.

“Lima Kunci Keselamatan yang telah dicanangkan perusahaan bukan sekadar slogan, melainkan harus dipahami, diyakini, dan dilaksanakan secara konsisten dalam setiap aktivitas kerja. Kita berangkat bekerja dengan selamat, bekerja dengan selamat, dan kembali ke rumah dengan selamat,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis Bendera K3, Kebijakan HSSE, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap budaya keselamatan di lingkungan kerja.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menambahkan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.


“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aspek operasional KAI. Melalui momentum Bulan K3 ini, kami terus memperkuat budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, baik bagi pekerja maupun bagi para pelanggan. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar berkomitmen menjalankan prosedur kerja sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan,” ujar Reza.


Lebih lanjut Reza menegaskan bahwa penerapan keselamatan yang optimal akan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada penumpang.


“Kami meyakini bahwa layanan yang prima hanya dapat terwujud apabila didukung oleh operasional yang aman dan andal. Oleh karena itu, KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan, mulai dari perawatan sarana dan prasarana, penguatan kompetensi SDM, hingga penyempurnaan standar pelayanan bagi pelanggan,” tambahnya.


Melalui peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini, KAI Divre II Sumbar juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan kepatuhan seluruh insan KAI terhadap penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.


Komitmen tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat budaya keselamatan, sehingga mampu mendukung kelancaran operasional perkeretaapian yang aman, andal, dan berkesinambungan.


KAI Divre II Sumbar meyakini bahwa dengan penerapan K3 yang konsisten dan menyeluruh, pelayanan transportasi kereta api kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.


“Semoga melalui peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini, kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja semakin meningkat, sehingga operasional kereta api dapat berjalan dengan lebih aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jasa kereta api,” tutup Reza.


Salam

Reza Shahab 

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

*Antusiasme Tinggi, Penjualan Tiket KA Masa Libur Isra Mi’raj Capai 100 Persen Lebih*

 


MATA BETMEN, Padang, (SUMBAR)|- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api pada masa libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Selama periode 16-18 Januari 2026, total volume penumpang mencapai sekitar 21.000 pelanggan, atau setara dengan 102.46 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 20.496 tempat duduk.


Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan andal di wilayah Sumatera Barat, khususnya pada momen libur panjang.


Dari sisi stasiun, mobilitas penumpang tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang. Rincian jumlah penumpang pada masa libur tersebut adalah sebagai berikut:


Untuk kedatangan penumpang:

- Stasiun Padang: 6.247 penumpang

- Stasiun Pariaman: 4.283 penumpang

- Stasiun Air Tawar: 1.480 penumpang

- Stasiun Naras: 1.301 penumpang

- Stasiun BIM: 969 penumpang

Untuk keberangkatan penumpang:

- Stasiun Padang: 6.073 penumpang

- Stasiun Pariaman: 4.061 penumpang

- Stasiun Air Tawar: 1.652 penumpang

- ⁠Stasiun Naras: 1.226 penumpang

- ⁠Stasiun Lubuk Alung: 1.103 penumpang


Data tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Padang masih menjadi stasiun utama dengan tingkat aktivitas tertinggi, sekaligus menjadi pusat pergerakan masyarakat pengguna jasa kereta api di Sumatera Barat.


Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang.


Tingginya tingkat keterisian tiket pada masa libur ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.


“Capaian okupansi hingga 100 persen lebih menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.


Menurutnya, pengoperasian ketiga kereta api lokal tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterhubungan antardaerah, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Sumatera Barat.


Dengan tarif yang terjangkau serta fasilitas yang memadai, kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat maupun wisatawan untuk melakukan perjalanan secara aman, nyaman, dan tepat waktu, terutama pada momen libur panjang.


Reza juga mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi KAI, khususnya aplikasi Access by KAI, guna menghindari potensi penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


“Kami akan terus melakukan berbagai inovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata daerah. KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang semakin modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” tambahnya.


KAI Divre II Sumbar akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan. “Kami akan senantiasa meningkatkan pelayanan angkutan penumpang, baik dari aspek ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Penyesuaian kapasitas dan pola operasi juga akan terus kami lakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada momen long weekend seperti saat ini,” tutup Reza.


KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang telah diberikan, serta berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.


Salam

Kapala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Sabtu, 17 Januari 2026

Polres Pasaman Barat Melaksanakan Penertiban PETI dan Amankan 8 Pelaku di Lubuak Sariak Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat

 


MATA BETMEN, pasaman barat. (SUMBAR)|- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus delapan lelaki yang diduga melakukan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).


Operasi yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Habib Fuad Alhafsi, S.Tr.K berlangsung di Kasiak Putiah Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau pada Kamis (8/1/2026).


"Benar, operasi tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas PETI di wilayah Nagari Kajai Kecamatan Talamau," kata Kapolres Pasaman AKBP Agung Tribawanto, S.Ik Jumat (16/1/2026).

Diterangkan, bahwa  Satreskrim Polres Pasaman Barat berangkat menuju lokasi tepatnya di Kasiak Putiah Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai pada Kamis (8/1) sekitar pukul 03.15 WIB dini hari.


"Sesampai dilokasi, petugas mendapati adanya satu unit alat berat (excavator) yang sedang beroperasi melakukan aktivitas Peti," terangnya.


Petugas langsung melakukan penyergapan di lokasi tersebut dan berhasil mengamankan delapan pelaku masing-masing berinisial PSP (23), DH (34), P (27), AS (27), MH (23), M (44), D (33), dan MH (36).


"Dari delapan pelaku yang berhasil diamankan, dua pelaku berperan sebagai operator alat berat, satu orang helper, satu  pengawas lapangan dan empat lainnya berperan sebagai anak bok," ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, petugas menyita barang bukti berupa satu unit alat berat (excavator) PC 210F merk SDLG warna Kuning, dua buah alat dulang emas terbuat dari kayu dan tiga lembar karpet warna hijau terbuat dari plastik.


"Petugas juga menyita barang bukti lainnya yakni satu buah timbangan digital warna hitam merk CHQ HWH POCKET SCALE, dan pasir diduga bercampur dengan butiran emas," jelasnya. 


Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan emas secara ilegal.


"Jika masih ditemukan, Polres Pasaman Barat akan menindak tegas sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku," tegasnya.


Saat ini, kedelapan pelaku sudah berada di Mapolres Pasaman Barat untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.


Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 158 Jo Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, sebagaimana telah diubah dalam Pasal 37 angka 5 huruf b Jo Pasal 39 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang Jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 Tentang KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 miliar.

(HumasResPasbar)

Jumat, 16 Januari 2026

Isra’ Mi’raj 1447 H : Kapolres Pasaman Barat Ajak Personil dan Masyarakat Bangun Kualitas ibadah dan Jaringan

 


MATA BETMEN, Pasaman Barat, (SUMBAR)|–  Keluarga Besar Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat mengucapkan ucapan hangat dan penuh berkah atas diperingatinya Hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Peristiwa mulia yang terjadi pada malam 27 Rajab 1447 Hijriah ini jatuh tepat pada hari Jumat, 16 Januari 2026.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Agung Tribawanto Siak, Kapolres Pasaman Barat, menyampaikan pesan mendalam terkait makna yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Menurutnya, perjalanan kenabian yang menjadi bukti kekuasaan dan kebesaran Allah SWT harus dijadikan momentum yang berharga bagi seluruh lapisan masyarakat.


“Mari kita jadikan momen suci ini sebagai titik tolak untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, terus melakukan introspeksi dan perbaikan diri secara berkelanjutan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama tanpa memandang latar belakang atau perbedaan apa pun,” jelas Kapolres.


Ia juga mengungkapkan harapan agar berkah dan syafaat Rasulullah Muhammad S.A.W senantiasa menyertai setiap langkah anggota Polres Pasaman Barat dalam menjalankan tugas pengamanan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat Pasaman Barat.


“Semoga dengan semangat yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, kita dapat menjadi aparatur kepolisian yang lebih bertakwa, integritas tinggi, dan benar-benar menjadi teman serta pelindung bagi seluruh warga masyarakat,” tambahnya.


Sebelum menyampaikan pesan tersebut, seluruh jajaran Polres Pasaman Barat beserta keluarga telah mengikuti rangkaian kegiatan peringatan yang meliputi pembacaan doa bersama dan pembahasan singkat tentang hikmah Isra’ Mi’raj yang disampaikan oleh Ustadz pemateri dari Masjid Pasaman Barat.


Dalam rangka memperingati hari besar ini, Polres Pasaman Barat juga bekerja sama Personil dengan elemen masyarakat termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Masjid (FKPM) se-Kabupaten Pasaman Barat, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) lokal, serta organisasi kemasyarakatan.

Selain itu, pihak Polres juga menggelar diskusi bersama tokoh masyarakat dengan tema “Isra’ Mi’raj sebagai Inspirasi untuk Menciptakan Masyarakat yang Damai dan Sejahtera.


Editor : Plr

Kamis, 15 Januari 2026

KAI Divre II Sumbar Sediakan 20.496 Tempat Duduk untuk Libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

 


MATA BETMEN, Padang, (SUMBAR)|- Menyongsong libur akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Jumat (16/1), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan sebanyak 20.496 tempat duduk untuk layanan perjalanan kereta api selama periode 16 hingga 18 Januari 2026, atau rata-rata 6.832 tempat duduk per hari.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Sumatera Barat, KAI mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie-BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima-Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam-Padang.


KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap harinya beroperasi pada lintas Pauh Lima-Padang-Pariaman-Naras dengan tarif tiket Rp5.000. Layanan ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi unggulan seperti Pantai Gandoriah Pariaman.


Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres menjalani 12 perjalanan per hari pada rute Bandara Internasional Minangkabau (BIM)-Stasiun Pulau Aie dengan harga tiket Rp10.000. Selain menunjang konektivitas bandara, kereta ini juga menghadirkan nilai tambah melalui program tiket rombongan edukatif yang ramah bagi pelajar.


Adapun KA Lembah Anai yang melayani 6 perjalanan setiap hari pada rute Kayutanam-Padang menawarkan pengalaman perjalanan dengan panorama alam yang hijau dan menyejukkan, sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpang.


“Pengoperasian ketiga kereta api lokal tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterhubungan antardaerah di Sumatera Barat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat” kata Reza.


Ia menambahkan, dengan tarif yang terjangkau serta fasilitas yang memadai, kereta api menjadi sarana transportasi yang ideal bagi masyarakat maupun wisatawan untuk menikmati kekayaan alam dan budaya Minangkabau secara aman dan nyaman.


“Tiket kereta api lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, dengan sistem penjualan yang dibuka secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan” ujar Reza.


Reza juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi Access by KAI, guna menghindari potensi penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Dengan jadwal perjalanan yang andal dan terencana, KAI memastikan setiap pelanggan dapat menikmati layanan transportasi yang aman, tertib, dan menyenangkan selama masa libur panjang ini.


“KAI akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari aspek ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Penyesuaian kapasitas dan pola operasi juga kami lakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada momen long weekend,” tutup Reza.


Salam,

Reza Shahab  

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Didukung Kinerja Angkutan 2025 yang Tembus Hampir 2 Juta Penumpang, KA Pariaman Ekspres Jadi Kereta Favorit Masyarakat Sumatera Barat

 


MATA BETMEN, Padang, (SUMBAR)|- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif angkutan penumpang sepanjang tahun 2025 dengan melayani total 1.978.241 penumpang di seluruh layanan kereta api di wilayah Sumatera Barat. Dari total tersebut, KA Pariaman Ekspres tampil sebagai layanan paling diminati masyarakat dengan melayani 1.620.600 penumpang atau lebih dari 80 persen total volume penumpang Divre II Sumbar sepanjang tahun.


Selain KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres melayani 258.312 penumpang, sementara KA Lembah Anai melayani 99.329 penumpang selama periode yang sama. Data ini menegaskan bahwa layanan kereta api lokal semakin menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Sumatera Barat.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa dominasi KA Pariaman Ekspres tidak terlepas dari perannya sebagai penghubung kawasan perkotaan, pesisir, dan destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.


“Dari total 1.978.241 penumpang sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.620.600 penumpang menggunakan KA Pariaman Ekspres. Ini menunjukkan bahwa layanan ini benar-benar menjadi kereta favorit masyarakat Sumatera Barat, baik untuk perjalanan harian maupun wisata,” ujar Reza.


Khususnya pada pelaksanaan Festival Tabuik di Kota Pariaman pada 6 Juli 2025 lalu, animo masyarakat terhadap layanan ini meningkat signifikan. KAI Divre II Sumbar menyediakan 4.240 tempat duduk, tercatat saat itu 6.481 tiket telah terjual atau setara dengan 153 persen dari kapasitas yang disediakan.


KA Pariaman Ekspres yang beroperasi 10 perjalanan per hari dengan kapasitas 4.240 tempat duduk melayani rute Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras. Dengan tarif Rp5.000, kereta ini menjadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan untuk menuju Pantai Gandoriah dan berbagai destinasi wisata pesisir lainnya. Sepanjang perjalanan sekitar 1,5 jam, penumpang disuguhi panorama laut, sawah, dan perkampungan khas Minangkabau.


“Lonjakan ini membuktikan bahwa KA Pariaman Ekspres bukan hanya sarana transportasi, tetapi sudah menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata dan budaya di Sumatera Barat,” tambah Reza.


Selain Pariaman Ekspres, layanan KA Minangkabau Ekspres yang menghubungkan BIM-Pulau Aie serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam-Padang juga terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung konektivitas masyarakat dan wisatawan.


KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan, serta menyesuaikan kapasitas dan pola operasi agar dapat mengakomodasi pertumbuhan permintaan masyarakat.


“Kami akan terus berinovasi dan memperkuat layanan agar kereta api tetap menjadi moda transportasi andalan masyarakat Sumatera Barat,” tutup Reza.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan dan pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:

Media Sosial: @KAI121

Email: cs@kai.id

WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121


Salam,

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi